Kesalahan umum perancangan berbasis Arduino

Kendala perancangan arduino yang sering terjadi :

  1. Program berhenti ditengah jalan
  2. Contoh rangkaian dan sketch tidak jalan
  3. Tegangan referensi bersama
  4. Hasil pembacaan sensor analog tidak konsisten
  5. Jalannya program tersendat
  6. Pembacaan detik yang berulang pada RTC
  7. Modul serial tidak bisa berkomunikasi
  8. Data dari komunikasi melalui internet tidak lengkap
  9. Arduino kekurangan power
  10. Kesalaham umum sketch/program
  11. kondisi if..else tidak bekerja di dalam loop()
  12. Interupsi bertumpuk dan terabaikan
  13. Variabel tidak berubah didalam blok interupsi
  14. Arduino me-reset saat relay berubah keadaan
  15. Upload sketch gagal

Para perancang Arduino sering menghadapi masalah dalam mengembangkan sistem berbasis arduino, maka sebelum melakukan perakitan arduino pastikan hal sepele berikut :

  1. Pastikan kabel jumper tersambung antara ujung-ujungnya.
  2. Komponen tidak rusak/cacat secara fisik
  3. Power supply / baterai / adaptor tersambung dengan benar (sesuai polaritas dan tegangan)

Sebelum memulai merakit arduino Juga perlu diperhatikan jalur internal pin-pin di papan/board arduino yang terhubung secara fisik.

  1. Antara pin A0-A5 (A0 – A8 pada mega) dan pin 0  – 5 (0 – 8 pada mega) adalah berbeda.
  2. Pin TWI/I2C (SCL dan SDA) dan SPI (SCK, MOSI, MISO) terhubung seperti gambar berikut:

    Apabila salah satu pin telah digunakan, maka pasangannya tidak lagi bisa digunakan sebagai pin (kecuali keperluan sambungan tambahan).

berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering muncul dalam perancangan sistem otomatis berbasis arduino:

Program berhenti ditengah jalan

Perangkat berjalan normal tetapi terhenti setelah menyelesaikan tugasnya. dan tidak bisa menjalankan perintah lainnya. Hal ini terjadi karena didalam sketch terdapat baris berikut:

while(1);
atau
for(;;);

baris sketch ini akan menghentikan jalannya program (kecuali interrupt), biasanya disisipkan oleh perancang untuk melihat hasil dan membuat perangkat selesai melakukan tugasnya dan berhenti dititik itu.
dengan menghapus baris tersebut maka program akan kembali berjalan dan menjalankan baris perintah berikutnya.

Contoh rangkaian dan sketch tidak jalan

Rangkaian dan sketch dibuat serupa tanpa perubahan tetapi perangkat tidak berkerja.

Dalam merakit rangkaian, –utamakan– defenisi poisisi pin dari sketch yang akan di upload. contohnya kode berikut berarti pin sensor berada dan pin nomor 2:

#define sensor 2
int sensor = 2;

Tegangan referensi bersama

Groung/polaritas negatif yang tidak terhubung mengakibatkan intepretasi yang berbeda terhadap suatu nilai.

Membangun sebuah sistem digital atau sistem analog yang terhubung dengan beberapa perangkat lain harus memiliki tegangan referensi yang sama (biasanya ground/negatif) kecuali wireless.

Hasil pembacaan sensor analog tidak konsisten

Pembacaan sensor analog melalui pin A0-A5 (A0-A8 pada mega) menggunakan perintah analogRead(pin), hasil berubah-ubah padahal sensor mengukur sesuatu yang diam.

Pembacaan analog dengan Arduino menggunakan ADC. ADC pada Arduino sendiri memiliki spesifikasi yang harus dipenuhi seperti dalam datasheetnya, beberapa penyebab yang sering terjadi adalah:

  1. Tegangan sumber (power supply) ke Arduino dan sensor tidak stabil.
  2. Resistansi yang besar, bisa diakibatkan
  • Jarak sensor dan pin dengan kabel yang panjang.
  • kabel memiliki resistansi besar.
  • Koneksi konektor yang tidak bagus (tidak kontak sempurna) karena longgar atau karatan.
  • interferensi sinyal lain (sinyal yang bersebelahan, jala listrik, sinyal handphone dll)

Jalannya program tersendat

penyebab umum jalannya program arduino lambat dan tersendat:

  1. Delay sering digunakan, namun sebenarnya pengunaan perintah delay yang berlebihan sangat merugikan karena
    • Menyita kinerja CPU
    • Melewatkan adanya permintaan dari modul/komponen luar yang ingin segera ditanggapi.
  2. Interupsi yang berlangsung tanpa disadari seperti penggunaan library yang sebenarnya mengandung interupsi.
  3. Perulangan seperti for, do, while yang berlangsung terus menerus, sebaiknya lebih diefesien lagi dan keluar dengan perintah ‘break’ jika persyaratannya telah terpenuhi.

Pembacaan detik yang berulang pada RTC

RTC digunakan sebagai penedia data waktu real time, namun kesalahan yang sering terjadi adalah ketika menunggu adanya perubahan data dari RTC (detik), pembacaan dilakukan berulang-ulang ke RTC.

Jika dicermati RTC juga memiliki fitur interupsi yang memberii tahu CPU bahwa adanya perubahan data. Ketika CPU Arduino mendapat interupsi ini barulah dilakukan pembacaan data RTC.

Modul serial tidak bisa berkomunikasi

Beberapa baudrate yang direkomendasikan : 300, 1.200, 2.400, 4.800, 9.600, 19.200, 38.400, 57.600, 74.880, 115.200, 230.400, 250.000, 500.000, 1.000.000, 2.000.000. Pemilihan baudrate berdasarkan :

  1. Spesifikasi modul yang akan berkomunikasi dengan Arduino. beberapa modul memiliki fitur ‘auto Baudrate’
  2. Tingkat kesalahan data, hal ini berkaitan dengan frekuensi CPU arduino, batas yang dizinkan adalah 0.5%.
    yang dihitung menggunakan rumus :
    error(%) = ((baudrate sebenarnya/badudrate )- 1) * 100%
  3. Baud rate yang rendah akan menyebabkan waktu tunda (delay) yang lebih banyak, seringkali hal ini tidak disadari dan menyebabkan baris perintah lain terlambat untuk dieksekusi.
    untuk menghitung waktu yang dibutuhkan serial dalam mengirim data (1 start bit, 8 data, 1 parity, 1stop bit) digunakan formula:Waktu(detik) = (1/baudrate * 11) * jumlah datasebagai contoh untuk mengirim 100 karakter pada baud rate 9600 dalam mode asynchronous membutuhkan waktu ±1  detik

Data dari komunikasi melalui internet tidak lengkap

Akses Arduino bisa dilakukan menggunakan ethernet, Wifi, Modem. Kesalahan umumnya adalah data yang diterima tidak lengkap, terpotong, kacau. kemungkinan yang terjadi adalah :

  1. Koneksi terganggu, perbaiki pengkabelan dan periksa apakah koneksi ke internet berjalan dari perangkat lain.
  2. Upaya menampilkan hasil data yang diterima melalui komunikasi serial.
    • naikkan baudrate misal Serial.begin(115200) untuk mengurangi waktu bagi komunikasi serial
    • Simpan data yang diterima dalam variabel string, dan tampilkan melalui serial setelah komunikasi internet selesai.

Arduino kekurangan power

Arduino memiliki internal regulator tegangan 5V dan 3.3V, dengan kemampuan arus 0.8-1A. keluaran dari regulator ini digunakan oleh Arduino sendiri dan sisanya melalui pin power. Jika sumber tegangan ini juga digunakan oleh modul-modul diluar arduino, maka pastikan itu mencukupi (sesuai spesifikasi) untuk memperoleh kinerja maksimal.

Kesalaham umum sketch/program

Dalam membuat sketch/koding/program/listing program dengan IDE Arduino kita harus mengikuti gaya bahasa C++, dan aturan gaya bahasa serta logika program yang sering terlewatkan adalah :

  1. Tanda titik koma (semicolon) pada setiap akhir perintah.
  2. Tanda kurung (parentheses) dan kurung kurawal (curly bracket) haruslah berpasangan.
  3. Penamaan variabel pada C++ bersifat case-sensitive, yang berarti perbedaan kapitalisasi huruf berarti beda variabel.
  4. Variabel global dan variabel local dengan nama yang sama sebaiknya dihindari.
  5. Tipe data antara signed dan unsigned harus menjadi perhatian khusus, karena akan menghasilkan logika matematika berbeda pada operasi tertentu.
  6. Variabel dengan bilangan berkoma (floating point) akan tersimpan sebagai bilangan digital basis 2 yang kadang berbeda (dibulatkan).

kondisi if..else tidak bekerja di dalam loop()

void setup() {
  pinMode(12, INPUT_PULLUP);//Tombol
  pinMode(13, OUTPUT);//LED
}
void loop() {
  if(digitalRead(12))
  {
    digitalWrite(13, HIGH);
  }
  else
  {
    digitalWrite(13, HIGH);
    delay(1000);
    digitalWrite(13, LOW);
  }
}

dari sketch diatas kita mengharapkan ketika tombol di pin 12 ditekan maka LED akan hidup terus, dan ketika dilepas LED akan hidup selama 1 detik kemudian mati.

Namun setelah dirunning ternyata LED terus hidup dan tidak pernah mati. kondisi ini disebut dengan “false loop”, karena sebenarnya kondisi dalam blok else selalu dijalakan karena berada didalam operasi loop().

Interupsi bertumpuk

Interupsi akan memotong jalannya program biasa untuk mengeksekusi baris yang ada dalam blok interupsi dan tidak dapat diinterupsi lagi. Apabila terjadi interupsi lain yang berbeda sebelum sebuah interupsi selesai/keluar (reti) maka interupsi lain itu harus menunggu.

Apabila sebuah interupsi berjalan dan terjadi kejadian interupsi yang sama lagi maka interupsi kedua ini akan dibatalkan (selama flag interupsi masih aktif).

Untuk interupsi yang sering terjadi dan dalam jeda yang singkat, maka baris program yang ada di badan interupsi haruslah sesingkat mungkin, baris program dihitung dalam satuan baris assembler misalnya satu baris “Serial.println();” akan menghasilkan lebih dari satu baris assembler.

Jika badan interupsi harus memiliki baris program yang besar, maka sebaiknya badan interupsi hanya menghasilkan flag, dan flag ini akan dibaca oleh baris program reguler untuk dieksekusi lebih lanjut.

Variabel tidak berubah didalam blok interupsi

Apabila interupsi digunakan untuk merubah keadaan/nilai sebuah variabel, maka variabel tersebut harus dideklarasikan dengan properti volatile.

Proses compile sketch menjadi bahasa mikrokontroller juga menjalankan fungsi optimalisasi, artinya baris program yang menurut compiler tidak efektif/sia-sia akan diabaikan, kecuali variabel dengan properti volatile (tetap diperhitungkan).

Arduino me-reset saat relay berubah keadaan

Relay merupakan komponen elektro mekanik yang memiliki koil (lilitan) untuk menggerakkan tuas kontak. Dalam operasional relay menghasilkan spike (kejut listrik) yang dihasilkan oleh:

  1. Koil, memiliki induktansi yang berpengaruh terhadap laju arus/detik, saat koil diberi tegangan maka koil akan dialiri arus sesaat yang besar sedangkan ketika di nonaktifkan relay akan menghasilkan arus sesaat yang besar dalam arah berlawanan (minus).
    Arus sesaat yang besar ini bisa mengakibatkan terjadinya kejut listrik diseluruh rangkaian nya.
  2. Kontak listrik, berlaku seperti saklar (switch) dimana semakin besar arus beban yang diputus/disambungkan maka akan semakin besar pula kemungkinan terjadinya bunga api, yang juga berpotensi besar menghasilkan kejut listrik.

Upaya pemecahan permasahan kontak relay ini bisa dilakukan dengan cara:

  1. Gunakan kabel berkualitas
  2. batasi arus ke koil dengan penambahan hambatan (resistor) yang sesuai
  3. Gunakan power supply yang bagus (dayanya cukup saat beban max) dan dilengkapi EMI filter (perlindungan dari gangguan luar)
  4. Pemisahan power supply arduino dan relay serta beban-beban besar
  5. Relay dilengkapi flyback dioda (seperti 1N4048)
  6. Lindungi kabel power dari EMI (twist, shielding)
  7. Lengkapi decoupling kapasitor sedekat mungkin ke pin power.
  8. Lindungi kabel komponen sensitif dari EMI (twist yang rapi) kabel clock diutamakan.
  9. tambahkan decoupling/filter kapasitor (1-100nf) di clock komponen sensitif
  10. saat relay bekerja, komponen sensitif dalam keadaan read mode
  11. Pisahkan jalur kabel daya dan kontrol, beda ducting.
  12. kabel antara Arduino dan komponen sensitif sedekat mungkin.
  13. firmware trick.

Upload sketch gagal

Sebelum mengupload sketch ke arduino pastikan memlih board dan processor serta port (dalam menu Tools) yang sesuai dengan board Arduino yang terpasang. Pastikan juga kabel usb dalam keadaan baik.

Masalah yang kerap terjadi saat proses upload adalah:

  1. Bentrok dengan Serial, arduino melakukan proses upload memanggunakan pin Serial (pin 0 dan 1) apabila pin tersebut juga digunakan untuk keperluan lain dapat dipastikan akan terjadi interferensi data.
  2. Gangguan juga bisa ditimbulkan oleh komponen/modul lain yang bekerja/berubah keadaan dan menyebabkan tegangan tidak stabil.
  3. Port Serial di PC/laptop digunakan oleh program lain seperti processing, putty atau serial monitor dari arduino IDE yang tidak se-gruop.
Bagikan Link halaman ini :

59 thoughts on “Kesalahan umum perancangan berbasis Arduino

  1. Mas, serial komunikasi Arduino-VB saya gagal, asumsi saya karena interupsi yang saya pake mempause data dari VB… Mungkin mas pernah mengalami yang kaya gini ga mas, atau mas ada solusinya ngga?? Terima kasih sebelumnya Mas..

    1. banyak metode yang bisa dilakukan (tergantung format data yang diterima)
      yang umum dilakukan adalah kombinasi interupsi async dan timer,
      jadi setiap ada data masuk akan membangkitkan interupsi yang akan menyimpan data serial ke sebuah buffer, da dan timer berisi fungsi pengolahan data buffer

  2. Mas saya memakai pin di mega banyak dan tegangan hanya dari sumber 5v yg saya pake di mega, karena kebanyakan pin yg dipake jadi lambat prosesnya padahal pas program masih terpisah2 itu cepat, solusinya gimana ya mas?

    1. harus di cek kasus-per-kasus
      misalnya sensor jarak ultrasonic: ketika trigger diberikan maka semakin besar jarak terukur ‘waktu tunggu’nya semakin lama (bahkan lebih lama jika jarak diluar jangkauan sensor), untuk masalah ini bisa menggunakan interrupt agar arduino tidak perlu menunggu sinyal echo.

    2. harus di cek kasus-per-kasus
      misalnya sensor jarak ultrasonic: ketika trigger diberikan maka semakin besar jarak terukur ‘waktu tunggu’nya semakin lama (bahkan lebih lama jika jarak diluar jangkauan sensor), untuk masalah ini bisa menggunakan interrupt agar arduino tidak perlu menunggu sinyal echo.

      Mas bisa kasih contoh gak, bagaimana cara pakai interrrupt tersebut, saya kurang paham? Mohon bantuannya..

  3. Mas …saya menggunakan arduino atmega dan ethernet Shield diatasnya.. mengontrol relay …saat power supply nya kami buat dari USB laptop …lancar lancar saja…saat kami gantikan power supply nya dengan adaptor 9v 2a … arduinonya jalan…tetapi saat menyalakan 6 relay sekaligus…jadi error’…masalahnya dimana ya mas

  4. Mas. Saya mau tanya.
    Apakah copot dulu semua komponen atau terpasang dulu baru di upload sketch arduinonya?
    Terima kasih.

  5. maaf mas, saya memakai ethernet shiel dan relay buat nyala lampu, tetapi kadang coneksi mati, atau terputus, dan di restart normal, nah, ada solusi kah mas, supaya stabil,,,?

    1. maaf, maksudnya relay dan lampu bagaimana yah,,,
      trus auto re-konek ini bagaimana mas penerapannya,,,,,

  6. Mas, saya bingung.dengan project yg saya buat, karna setiap power dimatikan, kemudian dihidupkan lagi arduinon lansung bekerja seoerti sudah menerima printah. Gimana caranya jika pertama kali dihidupkan arduino dlm posisi stanby, tampa menjalankan proses running program. Setelah diperintah (contoh tekan tobol atau yg lain) barulah arduinonya jalan. mohon penjeladannya. terima kasih.

  7. Mas, kenapa ya. pas relay aktif tiba tiba tampilan di lcd acak. Padahal sebelumnya aman aman aja. Pas relay beralih ke kondisi mati juga tampilan di lcd juga acak lagi. Jadi saya harus mereset terus agar tampilan kembali ke semula. Solusi yg tepat gimana ya mah??? Saya pakai Arduino uno relay 5V, beban yg saya pakai lampu TL

    1. permasalahan utama adalah adanya tegangan kejut
      cara yang biasa yaitu dengan menggunakan power supply untuk arduino yang sudah dilengkapi EMI filter, suplai daya yang lebih dari cukup.

    1. daftar cek
      1. aktifkan bluetooth di android
      2. scan perangkat bluetooth, konekkan dengan bluetooth tujuan sesuai alamat (pass biasanya 1234)
      3. dari aplikasi, pilih dan konek kan ke bluetooth tujuan
      4. jika terkoneksi bluetooth tujuan akan berkedip lambat
      5. pastikan pin tx bluetooth terhubung ke pin rx arduino (software serial tergantung setting pin rx-nya)
      5. pastikan pin rx bluetooth terhubung ke pin tx arduino (software serial tergantung setting pin rx-nya) melalui resistor pembagi tegangan

  8. Om, mau tanya saya menggunakan ds1703 sbg rtc. Bisa gak diprogram menyimpan date bukan timer? Kemudian ketika rtc nya sesuai dgn yg date tersimpan, menjalankan relay 5v?
    Terima kasih.🙂

  9. min numpang tanya dong, yg di perbolehkan/maksimal yg boleh di pake arduino berapa vol, soalnya saya pake battrey 9v gk gerak ban nya, untuk projek motor dc (smart car)

  10. Mas untuk permasalahan lcd dan relay, ketika menyala dan mati lcd jadi kacau, itu karena tegangan kejut? Solusinya bagaimana ya mas?

  11. Mas, saya pakai sensor dht11 dengan ethernet shield yang dihubungkan ke mqtt broker, permasalahanya adalah sering error reading data dari dht11..jika ethernet shieldnya dilepas dan dicompile pake coding sederhana lancar jaya…kira2 apa masalahnya yah..thanks

    1. sensor dht (sensor onewire) pembacaan datanya membutuhkan timing yang harus tepat sehingga rawan jika di interupsi.
      jadi untuk membaca data onewire sebaiknya berikan waktu yang cukup tanpa interupsi, dan ambil data dht jika hanya ‘status’nya ok

  12. Mas saya pake arduino nano sama rfid 522…skect udah diupload tapi arduino gak jalan, rfid gak bisa membaca kartu padahal modul rfid normal

  13. Assalamualaikum,mas. Saya mau nanya, sayakan lagi buat alat pakai sensor Ir dan dfplayer MP3. Ketika sensor Ir dan dfplayer MP3 saya coba satu persatu semuanya berjalan dengan baik dfplayer mengeluarkan suara pada speaker . Tapi, ketika coba saya satu keduanya sensor Ir dapat bekerja dan dfplayer MP3 juga menunjukan bahwa beroperasi tetapi suaranya tidak keluar pada speaker. Mohon bantuannya

    1. belum bisa dianalisa,
      asumsi Ketika ada halangan yang dideteksi sensor ir maka dfplayer mp3 mengeluarkan suara
      :prosedur mp3_play() terus2an dipanggil sehingga mp3 menganggap sebagai perintah memainkan file suara
      >beri delay yang cukup setelah mp3 dimainkan, atau putar mp3 hanya jika kondisi ir berubah.

  14. permisi mas mau tanya, saya ada projek menggunakan 2 servo dan 1 sensor warna memakai arduino, klo sy pke adaptor charger hp yang 5V 2A, itu bisa apa enggak?? sy juga mau bikin cabang jadi 1 adaptor buat arduino, 2 servo, sama satu sensor warna, semua komponen satu Power / 1 adaptor. itu bisa apa enggak om?

  15. Permisi mas mau nanya, saya mengirim data dari uno ke nodemcu menggunakan software serial, nilai data pada uno berasal dari 2 sensor analog. Masalahnya data yang diterima nodemcu kadang terbalik atau malah bertumpuk-tumpuk padahal pemanggilan pada nodemcu sesuai dengan yang di uno, kira-kira itu kenapa ya mas?

    1. kejadian seperti itu biasa terjadi pada sistem lebih dari 1 data/perangkat
      maka sebaiknya data dikirim dengan sebuah protokol
      yang harus ada pada mekanisme komunikasi adalah id (data) dan tanda akhir data
      misalnya A123\r, B456\r, C789\r

  16. Permisi mas mau tanya, kenapa data dari serial komunikasi dari arduino ke nodemcu menjadi kadang error setelah pada nodemcu ditambahkan program untuk mengirim dan menerima data dari server yang berbeda, itu kenapa ya mas? Terima kasih mas..

    1. serial arduino: data serial yang diterima akan ditampung (dalam buffer) yang ukurannya terbatas, misal 32 byte saja
      wifi esp: komunikasi dengan server kadang memakan waktu dan menghambat baris program lain

      sehingga komunikasi serial akan terganggu jika : buffer data serial penuh selama komunikasi server

  17. Ikut nimbrung master….
    Arduino uno punya saya tidak bisa
    hidup dengan kalau pakai power supply batrai dari jek konektor DC..
    Solusinya gimana master?

  18. pak maaf mau tanya saya pakai arduino dgn 3 stepper nema 17, kenapa steper berhenti ditengah2 sendiri tapi tetap bergeter, tru kalau udah mau habis langkahnya bisa jalan lagi sebentar saya pakai power 12v 10A, makasih

  19. Ma’af mas.. kalo boleh saya ingin nanya..

    Saya nguji sensor suhu TPA64, satu berhasil dan sesuai, satu sempat berhasil tapi sekarang tidak sesuai, range 0 – 100 tapi malah tampil -127, padahal rangkaian, hardware, dan software nggak berubah, kira-kira knp ya Mas..?

    Mohon ma’af..
    Terima kasih.. 🙏

    1. TPA64 / AMG8833 menggunakan komunikasi i2c pada alamat default 0x69
      jika tidak bisa berkomunikasi, kemungkinan alamat tidak valid,
      langkah:
      *cek fisik pcb pada bagian addr
      *di program coba ganti alamat menjadi 0x68

      amg.begin(0x68);
      

      *cek komunikasi i2c dengan program/skecth i2c_scanner

    1. pertanyaannya masih umum karena sensor / komunikasi juga banyak metodenya
      secara umum, jika dibutuhkan komunikasi jarak jauk gunakan protokol/modulasi yang mendukung contohnya modbus, current loop dan sebagainya.

  20. Saya rasa juga seperti itu, karena sepertinya sensor kekurangan daya.
    Jadi saya coba koneksikan DHT 22 ke arduino. namun dengan jarak sekitar 80 Meter. jika dengan jarang dibawah 5 meter arduino dapat membaca sensor .

    jadi intinya harus ada daya tambahan untuk sensor tersebut?

    1. dht xx tidak dirancang untuk komunikasi jarak jau (~30 meter max)
      untuk pemakaian industri seharusnya menggunakan metode khusus jarak jauh.
      tapi bisa saja di-akali / dengan trik seperti itu (power supply sendiri), penggunaan kabel yang lebih bagus/besar dst

    1. asumsi: sensor analog/digital 1 pin dilepas (tidak terhubung ke arduino)
      analisa: kemungkinan port sensor (seharusnya tepasang) dalam mode floating

      pinMode(pinSensor, INPUT);

      dalam mode ini (dan dan pin tidak terpasang) maka pembacaan arduino akan mengambang/tidak jelas/acak (floating),
      antisipasi nya berikan nilai tertentu misalkan mamasang resistor pull-up/pull-down atau mendefenisikan mode seperti

      pinMode(pinSensor, INPUT_PULLUP);

  21. assalamualaykum, mohon maaf mau tanya kak, jadi kami pake arduino uno untuk sensor Raindrop dan servo (atap jemuran otomatis). minggu lalu rangkaian alat ini berhasildan berfungsi dengan baik, kemudian seminggu setelahnya kami coba lagi akan tetapi sensor raindrops dan servonya tidak berfungsi lagi data yang masuk tidak sesuai, itu bagiamaan ya solusinya ? terimakasih

    1. cek rangakaian, termasuk settingan potensio (jika ada)
      catatan: sensor raindrop tergolong sensor resistif, yang dipengaruhi juga oleh suhu, conductivity air dst, pastikan semua faktor memenuhi syarat

  22. mas punya saya saat mau lihat serial monitor ada tulisan “no controller found”itu artinya apa mas?

    1. modul kontroler apa yang dipakai?
      langkah umum:
      1. baca manual, perhatikan indikator yang ada
      2. cek rangkaian termasuk power supply, terbalik pemasangan, panjang kabel
      3. pastikan pengaturan yang compatible seperti baudrate, frekuensi, level tegangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.