Bel sekolah arduino dengan kontrol android

Bel sekolah adalah pengingat waktu yang digunakan di sekolah sebagai penanda pergantian jadwal.

Bel sekolah digital bisa di aplikasikan dalam bentuk:

    1. Aplikasi komputer
      adalah aplikasi yang ditanam dalam komputer dan bisa dijalankan secara otomatis. sistem ini mudah dalam pengaturan, memiliki data jadwal sangat besar,  peringatan admin, backup, update suara mudah, perekan suara, kunci aplikasi dll. Kelemahannya adalah komputer dan aplifier suara harus tetap hidup dan bergantung kepada adanya daya listrik/ups termasuk biaya listrik, pesan sponsor pada aplikasi gratis,  biaya pengadaan dan perawatan komputer.
    2. Aplikasi android
      Aplikasi / apk android memiliki sama dengan aplikasi komputer dan aplikasi android dapat terhubung dengan  sistem tata suara melalui bluetooth dan kabel audio. kekurangannya adalah device android harus selalu berada dekat dengan sistem (selalu standby)
    3. Aplikasi perangkat mandiri
      Sistem bel sekolah otomatis dapat dibangun dengan perangkat mandiri menggunakan microkontroller dengan biaya murah dan bisa dikembangkan untuk keperluan lainnya seperti :

      • bisa menggunakan baterai sebagai daya cadangannya
      • Pendeteksi gempa dan peringatan
      • Notifikasi sms ke pengajar
      • Mekanuisme kunci pagar
      • Panggilan melalui microphone yang tertuju langsung ke kelas tertentu
      • dan lain-lain sesuai kebutuhan

      Kekurangan sistem ini adalah ruang penyimpanan data jadwal dan suara terbatas, pengaturan jadwal yang sulit melalui tombol/keypad.

Dalam proyek ini menggabungkan perangkat mandiri dengan platform arduino yang dikombinasikan dengan aplikasi/apk android sebagai kontrolnya.

Skema bel sekolah otomatis dengan kontrol android:

komponen bel sekolah arduino control android:

  • Arduino Uno
  • Bluetooth HC-05
  • RTC DS3231
  • DF Player mini mp3
  • Speaker

tampilan Aplikasi bel sekolah android :

sketch/aplikasi bel sekolah bluettoth android :

#define SQWPin        A3

#include <avr/sleep.h>
#include <SoftwareSerial.h>
#include <DFPlayer_Mini_Mp3.h>
#include "RTC_Semesin.h"
#include <EEPROM.h>

#define tokenEEPROM 0x83
SoftwareSerial bluetooth(2, 3); // RX, TX
SoftwareSerial mp3Serial(4, 5); // RX, TX

struct Waktu
{
  byte jam;
  byte menit;
};

struct TabelMataPelajaran
{
  byte aktif;
  Waktu waktu;
  byte hariAktif;
  byte mingguAktif;
  byte kegiatan;
};

const char kegiatanText[][17] PROGMEM = {
"-",
"Jam Pelajaran 1",
"Jam Pelajaran 2",
"Jam Pelajaran 3",
"Jam Pelajaran 4",
"Jam Pelajaran 5",
"Jam Pelajaran 6",
"Jam Pelajaran 7",
"Jam Pelajaran 8",
"Jam Pelajaran 9",
"Jam Pelajaran 10",
"Jam Pelajaran 11",
"Jam Pelajaran 12",
"Jam Pelajaran 13",
"Jam Pelajaran 14",
"Jam Pelajaran 15",
"Masuk",
"Upacara",
"Istirahat",
"Selesai istirahat",
"Kepramukaan",
"Khusus",
"Jam pelajaran telah selesai, sampai jumpa esok hari",
"Jam pelajaran telah selesai, sampai jumpa minggu depan",
"Jam pelajaran telah selesai, sampai jumpa minggu depan",
};

enum _kegiatan
{
  TidakAda,
  JamPelajaran1,
  JamPelajaran2,
  JamPelajaran3,
  JamPelajaran4,
  JamPelajaran5,
  JamPelajaran6,
  JamPelajaran7,
  JamPelajaran8,
  JamPelajaran9,
  JamPelajaran10,
  JamPelajaran11,
  JamPelajaran12,
  JamPelajaran13,
  JamPelajaran14,
  JamPelajaran15,
  Masuk,
  Upacara,
  Istirahat,
  Istirahat1,
  Istirahat2,
  Istirahat3,
  SelesaiIstirahat,
  Kepramukaan,
  Khusus,
  Pulang,
  PulangJumat,
  PulangSabtu
};
enum PengaturanAndroid
{
  cekAses,
  pengaturanJadwal,
  pengaturanWaktu,

};

volatile bool interupsiDetik;
byte indexMataPelajaran;
RTC_DS3231 rtc;
DateTime now;
bool rtcValid;
byte indexPengaturanJadwal = 0;

#define hariAktifSenin 1<<6
#define hariAktifSelasa 1<<5
#define hariAktifRabu 1<<4
#define hariAktifKamis 1<<3
#define hariAktifJumat 1<<2
#define hariAktifSabtu 1<<1
#define hariAktifMinggu 1<<7

char namaHari[][7] = {"Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jum'at", "Sabtu"};
#define _hariAktif(Sen,Sel,Rab,Kam,Jum,Sab,Mgu) (Mgu<<7)|(Sen<<6)|(Sel<<5)|(Rab<<4)|(Kam<<3)|(Jum<<2)|(Sab<<1)
#define _mingguAktif(Mgu1,Mgu2,Mgu3,Mgu4,Mgu5) (Mgu1<<7)|(Mgu2<<6)|(Mgu3<<5)|(Mgu4<<4)|(Mgu5<<3)
#define _waktu(Jam, Menit) {Jam, Menit}
#define Aktif 1
#define TidakAktif 0

TabelMataPelajaran jadwalBelajar[40];
Waktu waktu;

void setup() {
  pinMode(SQWPin, INPUT_PULLUP);

  Serial.begin(9600);
  Serial.println(F("Bel Sekolah Dengan Kontrol Android"));
  Serial.println(F("https://www.semesin.com/project"));

  mp3Serial.begin(9600);
  bluetooth.begin (9600);
  bluetooth.listen();

  mp3_set_serial (mp3Serial);
  mp3_set_volume (15);

  if (! rtc.begin()) {
    Serial.println(F("Modul RTC tidak ditemukan"));
    while (1);
  }

  if (rtc.lostPower()) {
    Serial.println(F("RTC lost power, lets set the time!"));
    rtc.adjust(DateTime(F(__DATE__), F(__TIME__)));
  }
  rtc.writeSqwPinMode(DS3231_SquareWave1Hz);

  if (EEPROM.read(sizeof(jadwalBelajar)) != tokenEEPROM)
  {
    nilaiAwal();
    EEPROM.write(sizeof(jadwalBelajar), tokenEEPROM);
  }
  ambilSetting();
  Serial.println(F("Sistem bel sekolah dimulai"));
}

void loop() {
  if (digitalRead(SQWPin))
  {
    if (rtcValid)
    {
      rtcValid = false;

      now = rtc.now();

      char bufWaktu[40];
      sprintf(bufWaktu, "%02d:%02d:%02d %s, %02d/%02d/%02d", now.jam, now.menit, now.detik, namaHari[now.hari-1], now.tanggal, now.bulan, now.tahun - 2000);
      Serial.println(bufWaktu);
      

      if (now.detik == 0)
      {

        byte hariKeDiTanggal1 = (((now.hari + 8)  - (now.tanggal % 7)) % 7);
        byte SeninKe = ((now.tanggal + 7 - hariKeDiTanggal1) / 7);
        byte mingguKe = ((now.tanggal + 8 - hariKeDiTanggal1) / 7) + 1;

        
        for (byte i = 0; i < sizeof(jadwalBelajar)/sizeof(TabelMataPelajaran) ; i++)
        {
          if (jadwalBelajar[i].aktif)
          {
            if ((jadwalBelajar[i].waktu.jam == now.jam) &&
                (jadwalBelajar[i].waktu.menit == now.menit) &&
                (jadwalBelajar[i].hariAktif & (1 << (8 - now.hari))) &&
                (jadwalBelajar[i].mingguAktif & (1 << (8 - SeninKe))))
            {
              mp3_play (jadwalBelajar[i].kegiatan);
              Serial.println((__FlashStringHelper *)kegiatanText[jadwalBelajar[i].kegiatan]);
            }
          }
        }
      }
    }
  }
  else
  {
    rtcValid = true;
  }
  cekBluetooth();
}

void cekBluetooth()
{
  uint8_t tokenMulai;
  uint8_t perintah;
  uint8_t parameter;
  uint8_t panjang1;
  uint8_t panjang2;
  char c;
  uint8_t i, j;
  uint8_t tokenSelesai;
  byte bufferSerial[100];
  byte *alamat;

  if (bluetooth.available())
  {
    tokenMulai = bluetoothRead();
    if (tokenMulai == 0xFD)
    {
      panjang1 = bluetoothRead();
      panjang2 = bluetoothRead();

      if (panjang2 == 254 - panjang1)
      {
        if (panjang1 >= sizeof(bufferSerial))
        {
          panjang1 = sizeof(bufferSerial);
        }

        uint16_t timeOut = 0xFFF;
        i = 0;
        do
        {
          if (bluetooth.available())
          {
            c = bluetoothRead();
            bufferSerial[i++] = c;
          }
        } while ((i < panjang1 + 3) && (timeOut--));

        perintah = bufferSerial[0];
        parameter = bufferSerial[1];

        tokenSelesai = bufferSerial[i - 1];
        if (tokenSelesai == 0x00)
        {
          delay(10);
          bluetooth.write(254);
          switch (perintah)
          {
            case cekAses:
              bluetooth.write(1);
              bluetooth.write(254);
              break;
            case pengaturanJadwal:
              memcpy((byte*)&jadwalBelajar[parameter], bufferSerial + 2, sizeof(TabelMataPelajaran));
              if(parameter == (sizeof(jadwalBelajar)/sizeof(TabelMataPelajaran)) - 1)
              {
                simpanSetting();
              }
              break;
            case pengaturanWaktu:
              memcpy((byte*)&now, bufferSerial + 2, sizeof(DateTime));
              rtc.adjust(now);
              break;
          }
        }
        else
        {
          bluetooth.write(252);//data tidak benar
        }
      }
    }
  }
}
byte bluetoothRead()
{
  uint16_t timeOut = 0xFFF;
  while (!bluetooth.available() && timeOut--);
  return bluetooth.read();
}



void nilaiAwal()
{
  byte i = 0;
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  6, 45 ), hariAktifSenin                 , _mingguAktif(1, 0, 0, 0, 0), Upacara};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  6, 45 ), hariAktifSenin                 , _mingguAktif(0, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran1};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  6, 45 ), _hariAktif(0, 1, 1, 1, 1, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran1};

  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  7, 30 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran2};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  8, 15 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran3};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  9, 0  ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran4};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  9, 45 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Istirahat};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 10, 15 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran5};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 11, 0  ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran6};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 11, 45 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Istirahat};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 12, 30 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran7};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 13, 15 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran8};

  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 14, 0  ), _hariAktif(1, 1, 1, 0, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran9};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 14, 45 ), _hariAktif(1, 1, 1, 0, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran10};

  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 14, 0  ), hariAktifKamis,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Kepramukaan};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 14, 45 ), hariAktifKamis,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Khusus};

  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 15, 30 ), _hariAktif(1, 1, 1, 1, 0, 0, 0), _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Pulang};

  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  7, 25 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran2};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  8, 5  ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran3};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  8, 45 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran4};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  9, 25 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), Istirahat};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu(  9, 55 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran5};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 10, 35 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), JamPelajaran6};
  jadwalBelajar[i++] = {Aktif, _waktu( 11, 15 ), hariAktifJumat,            _mingguAktif(1, 1, 1, 1, 1), PulangJumat};
  
  simpanSetting();
}
void simpanSetting()
{
  byte *alamatSetting = (byte*)&jadwalBelajar;
  for (byte i = 0; i < sizeof(jadwalBelajar); i++)
  {
    EEPROM.write(i, *alamatSetting++);
  }
}
void ambilSetting()
{
  byte *alamatSetting = (byte*)&jadwalBelajar;
  for (byte i = 0; i < sizeof(jadwalBelajar); i++)
  {
    *alamatSetting++ = EEPROM.read(i);
  }
}

library arduino bel sekolah dengan bluetooth dan aplikasi android yang digunakan :

Suara mp3 bel sekolah arduino dengan bluetooth:

mp3.zip

aplikasi apk android untuk bel sekolah arduino (evaluasi):

Bel_sekolah_v1_evaluasi.apk

cara penggunaan :

  1. Buat rangkaian arduino seperti skema dan upload sketch yang diberikan.
  2. Masukkan file suara dalam kartu memori/SD card (file mp3 dan folder mp3).
  3. install aplikasi bel sekolah v1 evaluasi di android (evaluasi = 10 jadwal yang aktif).

Suara Arduino

Arduino merupakan platform elektronik yang dirancang untuk memudahkan pengontrolan berbagai perangkat.

Hardware arduino mikrokontroller yang memiliki port masukan (input)  dan port keluaran (output). Perangkat keras arduino juga dilengkapi dengan fitur-fitur bawaan chip mikrokontroler atau diprogram secara software, seperti komunikasi serial, SPI, I2C, ADC, TIMER.

Sebagai perangkat digital, arduino juga mampu berperilaku sebagai perangkat multimedia terbatas, yakni hanya sebagai pengontrol melalui protokol yang disediakan. Salah satu perangkat multimedia yang mampu ditangani oleh arduino adalah suara.

Arduino audio / suara bisa dihasilkan dalam 2 metode, yaitu arduino sebagai pembangkit suara dan arduino sebagai pengontrol modul suara.

Suara PWM arduino

Port output arduino mampu melewatkan arus 40mA setiap pinnya, artinya arduno masih mampu membangkitkan suara untuk keperluan headset. Selain keuntungan itu, arduino juga memiliki memory walaupun kapasitasnya kecil, seperti pada arduino uno mampu menampung kurang dari 8detik data PCM 8bit 8KHz yang membutuhkan 8.000 byte flash memory setiap detiknya. Untuk efesiensi memory bisa dengan menurunkan sampling rate atau menggunakan sistem kompresi ADPCM.

prinsip kerja Suara PCM Arduino dengan PWM:

  1. Data suara disimpan dalam memory flash.
  2. Dibutuhkan dua timer, timer1 berfungsi mengatur waktu sampling (misalnya 8KHz, 16KHz dst), dan timer 2 yang berfungsi mengatur PWM Sesuai ukuran bit sampling (misalnya 8bit dan 16 bit).
  3. Data PWM berubah dan dikirim saat timer1 selesai 1 periode sampling.

Keterbatasan PCM arduino adalah : waktu * ukuran sampling tidak bisa melebihi besar clock arduino 16MHz.

Contoh rangkaian suara arduino langsung :

 

Modul Suara WTV020

 

Modul ini menggunakan format suara .ad4 yang disimpan dalam kartu memory microSD (kapasitas terbatas). Pengontrolan menggunakan pin-pin kontrol dengan mode operasi yang tersedia:

  1. MP3 mode
  2. Key mode(3 group of voice)
  3. Key mode(5 group of voice)
  4. Loop play mode
  5. Two line serial mode

Modul suara ISD

Modul ISD menggunakan chip yang memiliki fitur rekam dan membangkitkan suara. terdiri dari beberapa seri dan kapasitas.

Modul mini MP3 TF Player

 

Mini Mp3 TF Player banyak disukai karena murah dan mudah dalam operasionalnya, mampu menggerakkan speaker 0.5Watt, dan menggunakan protokol Serial frame. Data suara disimpan dalam format MP3 / WAV dalam microSD.

Modul Suara VS1053

VS1053 merupakan chip audio player yang powerfull dengan kualitas suara yang bagus. Data suara dalam format MP3 yang disimpan dalam microSD.

Perbandingan modul suara arduino

Masih terdapat beberapa modul suara yang bisa disandingkan dengan arduino, yang disebutkan diatas bisa mewakili yang paling umum digunakan dalam perancangan perangkat multimedia berbasis arduino.

Kualitas suara yang dihasilkan menjadi alasan utama dari pemilihan modul audio untuk arduino, dan menurut penulis kualitas modul VS1053 paling baik dan layak digunakan sebagai media informasi. sedangkan modul lainnya efektif digunakan dalam pengembangan perangkat karena harganya relatif lebih murah.

Kualitas suara bisa ditingkatkan dengan memperhatikan hal berikut:

  1. Filter keluaran suara
  2. Power supply / catu daya yang cukup dan tidak saling menmpengaruhi dengan modu lainnya.
  3. Penggunaan speaker yang sesuai, kalau perlu gunakan box.
  4. Konversi suara mono ke stereo atau sebaliknya menggunakan cara koneksi yang benar.
  5. Konversi suara single supply ke balance double supply atau sebaliknya menggunakan cara konversi yang benar.

Timbangan beras otomatis dengan arduino

Timbangan beras digital ini merupakan timbangan beras pintar yang akan memberitahukan kapasitas beras tersisa dalam silo/tampungan beras ke apk Android melalui bluetooth sehingga pengguna dapat mengatur ketersiaan stok beras dengan mudah. Disamping itu timbangan beras berbasis arduino ini juga akan mengingatkan pengguna melalui suara apabila beras hampir habis.

Memiliki dua timbangan yaitu timbangan beras di silo dan timbangan beras yang akan dikeluarkan melalui slot beras. Beras yang ingin diambil dapat dipilih melalui panel keypad 1.000gr hingga 10.000 gram. Jika slot beras telah terisi sesuai berat yang diminta perangkat akan mengeluarkan peringatan melalui suara.

album : Galeri timbangan beras arduino android

suara bilangan hingga 999.999 dengan arduino

Modul suara arduino yang ada sudah memenuhi kebutuhan perancangan multimedia saat ini, seperti modul suara WTV020SD, mini TF MP3 player, MP3 shield dan lain-lain. Suara arduino bisa digunakan sebagai alarm peringatan, pengisi suara, suara latar, pemberitahuan dan keperluan lainnya.

Dalam perancangam suara dengan arduino kali ini diperuntukkan sebagai pembilang angka dan bisa diterapkan dalam berbagai proyek arduino. Angka/bilangan berasal dari pembacaan sensor dan dikirim ke modul suara.

Pada modul suara sudah disimpan dalam memorinya (microSD) berbagai macam kemungkinan suara angka dengan urutan tertentu. Arduino berfungsi sebagai pengatur suara angka yang akan diputar.

Suara pembilang arduino dimulai dengan kata pembuka contohnya “nomor antrian”, kemudian diikuti suara deret angka dan terakhir satuannya misalnya “di loket 1”.

Suara bilangan sampai 999.999 dengan komponen :

  1. arduino mega 2560
  2. MP3 DFPlayer
  3. Ampli modul LM386 (bila ada)

Bisa dikombinasikan sebagai pemberi suara :

  1. Mesin timbangan yang menginformasikan berat terukur
  2. Pemberi tahu bila jarak terlalu dekat pada sistem keamanan parkir
  3. Pengingat suhu dan kelembaban dengan sensor humidity
  4. Informasi kecepatan kendaraan kecepatan
  5. Suara antrian pada mesin antrian di perkantoran
  6. Pembilang total belanja
  7. dll

Video:

skema suara informasi arduino:

sketch/program:


#include <miniMP3.h>

#define belas 12 //belas.mp3
#define puluh 13 //puluh.mp3
#define seratus 14 //seratus.mp3
#define ratus 15 //ratus.mp3
#define seribu 16 //seribu.mp3
#define ribu 17 //ribu.mp3
#define koma 18 //Koma.mp3

#define berat 110 //berat.mp3
#define gram 111 //gram.mp3
#define kiloGram 112 //kilogram.mp3
#define jarak 120 //jarak.mp3
#define sentiMeter 121 //sentimeter.mp3
#define meter 122 //meter.mp3
#define suhu 130 //suhu.mp3
#define derajat 131 //derajat_celsius.mp3
#define ph 140 //P_H.mp3
#define kelembaban 150 //Kelembaban.mp3
#define persen 151 //Persen.mp3
#define kecepatan 160 //kecepatan.mp3
#define meterPerDetik 161 //meter_per_detik.mp3
#define kilometerPerJam 162 //kilometer_per_jam.mp3
#define nomorantrian 170 //nomor antrian.mp3
#define totalBelanja 180 //total belanja.mp3
#define rupiah 181 //rupiah.mp3

void setup() {
  mp3_set_serial (Serial1, 17);
  mp3_set_volume(30);

  uint32_t beratTimbangan = 0;
  
  mp3_play(berat);
  suaraBilangan(beratTimbangan);
  mp3_play(gram);
}

void loop() {

}

void suaraBilangan(uint32_t Bilangan)
{
  if(Bilangan < 100)
  {
    suaraPuluhan(Bilangan);
  }
  else if(Bilangan < 1000)
  {
    suaraRatusan(Bilangan);
  }
  else
  {
    suaraRibuan(Bilangan);
  }
}
void suaraPuluhan(uint8_t Bilangan)
{
  if(Bilangan < 12)
  {
    mp3_play(Bilangan);
  }
  else if(Bilangan < 20)
  {
    mp3_play(Bilangan - 10);
    mp3_play(belas);
  }
  else
  {
    uint8_t puluhan = Bilangan/10;
    mp3_play(puluhan);
    mp3_play(puluh);

    puluhan *= 10;
    if(Bilangan - puluhan != 0)
    {
      mp3_play((Bilangan - puluhan));
    }
  }
}
void suaraRatusan(uint16_t Bilangan)
{
  uint8_t ratusan = (uint8_t)(Bilangan/100);
  if(ratusan == 1)
  {
    mp3_play(seratus);
  }
  else
  {
    mp3_play(ratusan);
    mp3_play(ratus);
  }
  if(Bilangan % 100)
  {
    suaraPuluhan(Bilangan - (ratusan*100));
  }
}
void suaraRibuan(uint32_t Bilangan)
{
  uint16_t ribuan= (uint16_t)(Bilangan/1000);
  if(ribuan == 1)
  {
    mp3_play(seribu);
  }
  else if(ribuan < 100)
  {
    suaraPuluhan(ribuan);
    mp3_play(ribu);   
  }
  else
  {
    suaraRatusan(ribuan);
    mp3_play(ribu);   
  }
  if(Bilangan % 1000)
  {
    suaraRatusan(Bilangan - (ribuan*1000));
  }
}

file pendukung:
Suara : Suara bilangan mp3
Library : miniMP3